Plastik, Kertas dan Kardus Merupakan Contoh Limbah Jenis? Ini Penjelasannya!

March 16, 2023

Share

Setiap hari, kita menghasilkan sampah dari kemasan produk yang kita gunakan. Plastik, kertas, dan kardus adalah tiga jenis kemasan yang paling banyak beredar.

Namun, banyak yang belum tahu bagaimana mengategorikan dan mengelola limbah dari material-material ini dengan benar.

Plastik, Kertas, dan Kardus Termasuk Limbah Jenis Apa?

Plastik, kertas, kardus, dan botol semuanya masuk ke dalam kategori limbah padat. Limbah padat adalah sisa aktivitas manusia yang berwujud padat dan tidak lagi dibutuhkan oleh penggunanya.

Berbeda dari limbah cair atau gas, limbah padat memiliki keunggulan penting: sebagian besar bisa didaur ulang atau dimanfaatkan kembali jika dikelola dengan benar.

Limbah padat sendiri terbagi menjadi beberapa kategori berdasarkan sumbernya.

  • Limbah padat domestik berasal dari aktivitas rumah tangga sehari-hari. Contohnya adalah sisa kemasan makanan, botol plastik, kardus bekas, dan kertas koran.
  • Limbah padat industri berasal dari proses produksi di pabrik atau fasilitas manufaktur. Contohnya adalah sisa potongan plastik, logam, atau material kemasan dalam jumlah besar.
  • Limbah padat komersial berasal dari kegiatan bisnis dan perdagangan. Contohnya adalah kemasan produk dari toko, gudang distribusi, atau fasilitas logistik.

Baca juga: Kardus Plastik ALVAboard dan Ragam Kegunaannya

Mengapa Pengelolaan Limbah Padat Penting?

Indonesia menghasilkan jutaan ton limbah padat setiap tahunnya. Sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa melalui proses daur ulang. Padahal, banyak material yang sebenarnya bisa diproses kembali menjadi produk baru.

Plastik berbahan polypropylene (PP), misalnya, adalah salah satu jenis plastik yang paling efisien untuk didaur ulang. Material ini bisa dilelehkan dan dibentuk ulang menjadi produk baru tanpa kehilangan kualitasnya secara signifikan.

Ada tiga prinsip dasar yang perlu diterapkan dalam mengelola limbah padat secara bertanggung jawab.

  1. Reduce, yaitu mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan sejak awal.
  2. Reuse, yaitu menggunakan kembali produk selama masih bisa digunakan.
  3. Recycle, yaitu mendaur ulang material yang sudah tidak bisa digunakan menjadi produk baru.

Bagaimana ALVAboard Menerapkan Prinsip Ini?

ALVAboard adalah merek produk berbahan polypropylene (PP) berongga yang dirancang dari awal dengan prinsip keberlanjutan. Setiap produk ALVAboard dirancang untuk melewati ketiga prinsip pengelolaan limbah tersebut.

Reduce. Satu box PP board ALVAboard bisa menggantikan puluhan box kardus sekali pakai. Dengan menggunakan ALVAboard, jumlah total kemasan yang dibuang berkurang drastis.

Reuse. Produk ALVAboard bisa digunakan berulang kali dalam jangka panjang. Material polypropylene premium yang digunakan memiliki ketahanan struktural yang jauh melampaui kardus konvensional dalam kondisi penggunaan normal.

Recycle. Ketika produk ALVAboard benar-benar sudah tidak bisa digunakan lagi, materialnya 100% recyclable. PP adalah salah satu jenis plastik yang paling mudah dan efisien untuk didaur ulang.

siklus recycle box ALVAboard

Mulai Beralih ke Kemasan yang Lebih Bertanggung Jawab!

Pilihan kemasan yang kita gunakan dalam bisnis berdampak langsung pada volume limbah yang dihasilkan. Beralih dari kardus sekali pakai ke kemasan reusable seperti PP board bukan hanya keputusan yang ramah lingkungan.

Ingin tahu lebih lanjut tentang produk ALVAboard dan bagaimana kontribusinya terhadap pengurangan limbah kemasan?

Atau temukan produk ALVAboard di: Shopee · Tokopedia · Blibli

Baca juga: Kardus Box Serbaguna untuk Kebutuhan Pengiriman Anda

 

 

Artikel Terkait Lainnya