Seperti Apa Perkembangan Bisnis Frozen Food di Indonesia?

May 29, 2025

Share

Bisnis frozen food di Indonesia tumbuh sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan menjadi pendorong utamanya. Masyarakat semakin sibuk dan butuh makanan yang praktis, cepat, dan terjangkau.

Memahami perkembangan ini penting bagi siapapun yang ingin terjun atau berkembang di bisnis frozen food. Sebab dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa membaca peluang dan menghindari jebakan yang sering dialami pemain baru.

Mari kita bahas selengkapnya!

Kondisi Bisnis Frozen Food di Indonesia Saat Ini

Kebutuhan masyarakat terhadap makanan cepat saji dan praktis terus meningkat semenjak pandemi. Jadi tidak heran, jika sekarang frozen food semakin menjamur di tengah masyarakat.

Frozen food ini termasuk nugget, sosis, kentang goreng, dimsum, hingga makanan khas daerah. Berdasarkan data dari Asosiasi Produsen Makanan Beku Indonesia (APMBI), frozen food mengalami peningkatan sebanyak 35% dalam dua tahun terakhir.

Penyebab utamanya karena perubahan gaya hidup masyarakat, terutama pasca-pandemi yang lebih suka makanan cepat saji, praktis, dan terjangkau.

Ancaman yang datang dari fenomena ini, yaitu keseimbangan konsumsi karena umumnya frozen food mengandung pengawet dan kadar natrium yang tinggi, jadi mesti disertai dengan asupan sayuran dan makanan segar lainnya.

Dalam hal ini, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperketat pengawasan terhadap frozen food, tujuannya untuk memastikan standar keamanan dan kesehatan.

Faktor yang Mendorong Pertumbuhan Bisnis Frozen Food

1. Terjadi Perubahan Gaya Hidup dan Peningkatan Kualitas Produk 

Apakah Anda adalah salah satu penduduk perkotaan? Penduduk perkotaan biasanya memiliki gaya hidup sibuk sehingga permintaan makanan praktis dan cepat saji lebih tinggi.

Mulai dari sayuran, camilan beku, dan masih banyak lagi.  Apalagi dalam sebuah studi pada tahun 2017, menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan dalam tingkat antioksidan dan nutrisi yang ditemukan dalam produk segar maupun beku.

Jika ada, vitamin dan nutrisi mungkin lebih banyak ditemukan pada buah dan sayuran beku karena dibekukan pada titik kematangan maksimum. Temuan ini akhirnya yang membuat terobosan penjualan datang dari produsen dan merek makanan beku yang cerdas karena mengubah citra makanan beku sebagai sumber makanan berkualitas tinggi. 

Penelitian dari Spins menemukan bahwa di antara produk makanan beku, klaim non-GMO meningkat 30% dari tahun ke tahun, klaim ramah vegan meningkat 27%, dan 25% lebih banyak diposisikan sebagai makanan nabati.

Jumlah produk beku bersertifikasi Paleo meningkat 35% dan klaim ramah alergi meningkat 35%.

2. Ketersediaan Saluran Distribusi Digital

Perkembangan bisnis frozen food di Indonesia tidak lepas dari beragamnya saluran distribusi digital, mulai dari Tokopedia, Shopee, Blibli, dan masih banyak lagi. Hal ini yang memperluas jangkauan pasar frozen food bahkan secara signifikan.

Bahkan ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit untuk dijangkau. 

3. Meningkatnya Tren UMKM dan Wirausaha Rumahan

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, tahun 2022 pada kuartal I ada sekitar 1,68 juta unit UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman. Bahkan sektor ini menyerap tenaga kerja sebanyak 3,89 juta orang dan berkontribusi sebanyak 37,77% terhadap PDB nonmigas Indonesia. 

Dari jumlah ini membuktikan bahwa tidak sedikit pelaku usaha kecil mulai memproduksi frozen food sebagai alternatif bisnis rumahan karena modalnya relatif kecil. Kemudian, proses produksinya bisa disesuaikan dan permintaannya stabil.

Tantangan & Ancaman Bisnis Frozen Food 

1. Biaya Penyimpanan (Freezer) yang Tinggi

Freezer membutuhkan energi yang besar sehingga menyebabkan biaya operasional yang tinggi untuk pebisnis ritel. Harganya bisa sekitar Rp2.000.000 sampai ratusan juta rupiah.

Ditambah lagi, ruang freezer terbatas sehingga menyulitkan untuk menyimpan berbagai macam produk tanpa harus berdesak-desakan atau bahkan mengorbankan kualitas dan visibilitas.

2. Isu Rantai Pasokan

Memastikan integritas rantai dingin dari produksi hingga ke rak ritel merupakan hal yang sangat esensial. Sebab setiap kerusakan dalam rantai bisa menyebabkan pembusukan, penarikan produk, dan masalah keamanan pangan yang cukup signifikan.

Hal ini bisa menjadi sangat penting apalagi bagi toko bahan makanan dan supermarket yang bisa jadi membahayakan pelanggan. Maka itu, perlu untuk menyeimbangkan tingkat persediaan sehingga tidak ada deep stock atau produk yang terbuang.

3. Pengaruh Lingkungan

Konsumsi energi yang tinggi pada freezer supermarket berkontribusi pada jejak karbon yang lebih besar. Jejak karbon ini akhirnya menjadi isu bagi konsumen yang peduli lingkungan.

Nah, mengelola dan mengurangi limbah kemasan yang berhubungan dengan makanan beku, sambil mempertahankan integritas produk, menjadi tantangan yang sustainability.

Tips agar Sukses dalam Bisnis Frozen Food

1. Paham dan Tentukan Pasar

Dalam hal ini, Anda mesti memperjelas di awal sebenarnya siapa target pasar Anda. Apakah individu, restoran, atau supermarket?

Jika sudah menentukan target pasarnya, berikutnya lihat kembali bagaimana tren dan preferensi konsumen ter-update. Dengan pemahaman yang baik dan tepat, Anda bisa merancang strategi pemasaran seperti apa yang efektif.

Contohya merek So Good yang memiliki target pasar, seperti keluarga dan ibu rumah tangga, hotel, restoran, dan katering. 

Dengan target pasar ini maka strategi pemasaran yang mereka terapkan adalah melakukan inovasi produk yang terus berkelanjutan, edukasi konsumen melalui Duta Gizi Japfa Foundation, dan distribusi ke supermarket, minimarket, serta platform e-commerce lainnya. 

2. Tentukan Jenis Produk Frozen Food

Adapun beberapa jenis frozen food, yaitu makanan siap saji, bahan makanan mentah, atau kue kering beku? Di sini Anda bisa memilih jenis produk frozen food dengan passion Anda. 

Dengan potensi supplier yang tentunya berkualitas. Kalau So Good, memiliki jenis produk frozen food, seperti ayam potong olahan, nugget ayam, hingga chicken stick premium. 

3. Bekerja dengan Supplier yang Berkualitas

Pastikan Anda bekerja sama dengan supplier yang menyediakan bahan baku tidak hanya berkualitas tinggi tapi juga pengemasan yang higienis. 

Bersama supplier yang baik dan tepat, Anda bisa menjaga kualitas produk dan membangun reputasi yang baik juga. 

4. Buat Desain Kemasan yang Menarik

Dalam bisnis frozen food, kemasan menjadi hal yang cukup krusial. Dengan desain menarik dan fungsional, produk bisa terlindungi dan meningkatkan daya tarik konsumen.

Jadi, pastikan desain produk menarik dan informatif. Nah, selain menarik dan informatif, Anda juga bisa menggunakan kemasan plastik dari ALVAboard. 

ALVAboard memiliki PP board, lembaran plastik berongga yang dibuat dari bahan polypropylene (PP) berkualitas tinggi. Dengan struktur ini, PPboard menjadi lebih ringan, kuat, dan tahan lama.

Solusi Kemasan Frozen Food dengan PP Board ALVAboard!

Salah satu tantangan terbesar bisnis frozen food adalah menjaga suhu produk selama distribusi. Kemasan yang tidak mampu mempertahankan suhu akan merusak produk sebelum sampai ke tangan konsumen.

ALVAboard Box Hot & Cool hadir sebagai solusi kemasan yang dirancang khusus untuk kebutuhan distribusi produk panas maupun beku.

Keunggulan ALVAboard Box Hot & Cool untuk bisnis frozen food:

  • Menjaga suhu stabil hingga 7 jam
  • 4x lebih baik dari styrofoam
  • Anti air dan tahan lembap
  • Food grade dan halal certified
  • Kuat dan tahan benturan
  • Bisa dilipat flat
  • Reusable hingga 100 kali
Box ALVAboard Hot & Cool

Tersedia dalam ukuran 40 x 20 x 20 cm dengan ketebalan 3 mm. Cocok untuk pengiriman frozen food, minuman dingin, makanan panas, hingga kebutuhan logistik kuliner lainnya.

Ingin tahu lebih lanjut tentang ALVAboard Box Hot & Cool untuk bisnis Anda?

Atau temukan produk ALVAboard di: Shopee · Tokopedia · Blibli

Artikel Terkait Lainnya