ancaman bisnis frozen food

5 Ancaman Bisnis Frozen Food di 2025, dan Cara Mengatasinya!

May 25, 2025

Share

Bisnis frozen food di Indonesia tumbuh sangat pesat. Nilai pasarnya diproyeksikan mencapai lebih dari Rp200 triliun pada 2025. Namun, pertumbuhan ini juga membawa tantangan baru yang perlu diantisipasi sejak awal.

Artikel ini membahas lima ancaman utama yang perlu diwaspadai dan langkah konkret untuk mengatasinya.

Kondisi Pasar Frozen Food Indonesia Saat Ini

Semenjak pandemi, permintaan makanan praktis dan cepat saji terus meningkat. Menurut data Asosiasi Produsen Makanan Beku Indonesia (APMBI), produk frozen food mengalami peningkatan sebesar 35% dalam dua tahun terakhir.

Pertumbuhan nilai pasar pun sangat signifikan. Pada 2023, nilai pasar frozen food diperkirakan mencapai Rp95 triliun dengan pertumbuhan 4,1%. Pada 2024, angka ini melonjak ke Rp110 triliun dengan proyeksi pertumbuhan 16%. Dan pada 2025, pasar frozen food Indonesia diproyeksikan melampaui Rp200 triliun.

Angka besar ini menarik banyak pemain baru masuk. Di sinilah ancaman mulai bermunculan.

Ancaman Bisnis Frozen Food di 2025: Apa Saja?

1. Kompetitor yang Semakin Menjamur

Sepanjang tahun 2025 ini, kompetitor semakin menjamur mulai dari munculnya merek hingga produk yang semakin inovatif. Berdasarkan data tren pertumbuhan pasar frozen food di Indonesia pada Indofishmart, berikut jumlah pertumbuhannya:

  • Pada tahun 2023 nilai pasar frozen food diperkirakan mencapai Rp95 triliun sejalan dengan pertumbuhannya sebesar 4,1% daripada Januari 2929.
  • Pada tahun 2024 nilai pasar diperkirakan mencapai Rp110 triliun dengan proyeksinya yang mencapai pertumbuhan sebesar 16%
  • Pada tahun 2025 proyeksi pasar frozen food di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 triliun

Merek-merek besar, seperti Kimbo, So Good, Kanzler, Fiesta telah mendominasi pasar. Karena meningkatnya peluang bisnis, tidak sedikit usaha baru yang memasuki pasar frozen food baik dari dalam maupun luar negeri. 

2. Konsumen Lebih Memilih Makanan Sehat & Organik

Perubahan selera konsumen ini membuat pasar frozen food mesti mengambil strategi pemasaran yang lebih bijak. 

Solusinya, Anda mesti menginformasikan kalau bahan baku dari frozen food yang dipasarkan tidak mengandung bahan pengawet. Kemudian, cantumkan bahan-bahan yang digunakan di kemasan.

3. Regulasi Pemerintah Semakin Ketat

Dari tahun ke tahun, Pedoman Cara Pengolahan dan Penanganan Pangan Olahan Beku yang Baik selalu mengalami pembaharuan.

Contohnya saja, perbedaan utama antara CPPPOBB versi 2016 dan versi 2021 terletak pada pembaharuan dan penyesuaian yang mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pelaku usaha, terutama UMKM.

Agar selalu on track Anda disarankan untuk selalu memperhatikan perkembangan regulasi dan kebijakan pemerintah ini. Ini CPPPOBB tahun ini yang bisa Anda akses.

4. Harga Bahan Baku yang Semakin Meningkat

Bagi pebisnis frozen food, biaya bahan baku ini bisa menjadi ancaman yang sulit untuk dihindari. Misalnya saja, produk frozen food olahan berkisar antara Rp14.000 sampai Rp65.000.

Atau, produk seafood beku berkisar antara Rp35.000 hingga Rp350.000. Solusi dari harga bahan baku ini, Anda bisa melakukan negosiasi dengan para supplier dan pertimbangkan untuk diversifikasi suplai bahan baku agar tidak terlalu tergantung pada satu pemasok saja.

Jadi dalam hal ini, Anda perlu bekerja sama dengan pemasok atau supplier yang terpercaya dan memiliki sistem distribusi andal demi memastikan kalau produk frozen food yang Anda jual sampai ke tangan pelanggan dengan aman dan cepat. 

5. Kemasan Frozen Food yang Mesti Ramah Lingkungan

Perubahan iklim membuat setiap pebisnis makanan beku harus semakin aware terhadap lingkungan. Anda mesti menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan.

Contohnya dengan menggunakan PP board dari ALVAboard yang tahan lama, serbaguna dan ramah lingkungan. 

Bahan yang terbuat dari polypropylene ini merupakan jenis plastik yang mudah didaur ulang dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah daripada plastik lainnya.

Bagaimana Bisnis Frozen Food dapat Unggul & Memenangkan Kompetisi!

1. Lakukan Analisis Produk dan Target Pasar yang Tepat

Apakah saat ini bisnis frozen food Anda sudah berjalan? Atau baru mau mulai? Jika sudah berjalan, coba lakukan analisis produk dan target pasar yang sudah bisnis makanan beku Anda jalani.

Ambil jeda dan refleksi kembali, apakah masih relevan produk dan target pasar yang sekarang atau butuh rebranding

Misalnya, Indofood: Transformasi Produk Lay’s, Cheetos, dan Doritos. Tiga produk tersebut mengalami transformasi selain karena Indofood mengakuisisi seluruh saham PepsiCo di PT Indofood Fritolay Makmur tapi juga karena ingin merespons pasar dan selera lokal yang sesuai dengan preferensi konsumen Indonesia.  

ancaman bisnis frozen food

Selain itu, mengembangkan varian produk yang lebih inovatif dan terjangkau. 

Namun, jika Anda baru memulai bisnis frozen food, Anda bisa menentukan segmen pasar bisnis ini nanti untuk menengah ke bawah dengan harga terjangkau atau ke atas dengan produk berkualitas tinggi?

2. Pastikan Legalitas dan Keamanan Produk Frozen Food Anda

Dalam berbisnis makanan beku, keamanan pangan menjadi prioritas utama. Adapun beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu sertifikasi BPOM atau PIRT agar produk terjamin keamanannya.

Kemudian, izin halal yang tentunya menyasar ke konsumen Muslim. Lalu, pengemasan yang aman untuk menjaga kualitas produk selama dalam penyimpanan dan distribusinya.

3. Jaga Kualitas dan Daya Tahan Produk dengan PP Board

PP Board bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menjaga kualitas dan daya tahan produk Anda. Sebab PP Board adalah bahan yang terbuat dari plastik jenis polypropylene yang memiliki banyak keunggulan.

Khususnya kualitas dan daya tahan yang tinggi. Sifatnya sangat fleksibel dan bisa bertahan dalam berbagai kondisi, baik di luar maupun dalam ruangan. 

Jadi bersama ALVAboard, bisnis frozen food Anda dijamin bisa unggul dan memenangkan kompetisi!

Solusi Kemasan Frozen Food yang Ramah Lingkungan dan Tahan Lama

Nah, untuk menjawab ancaman kelima, ALVAboard menyediakan solusi kemasan yang dirancang khusus untuk distribusi produk beku dan panas.

ALVAboard Box Hot & Cool terbuat dari polypropylene (PP) dengan lapisan aluminium foil di bagian dalam. Material PP mudah didaur ulang dan menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibandingkan plastik konvensional lainnya.

Keunggulan untuk bisnis frozen food:

  • Menjaga suhu stabil hingga 7 jam
  • 4x lebih baik dari styrofoam
  • Anti air dan tahan lembap
  • Food grade dan halal certified
  • Reusable hingga 100 kali
  • Bisa dilipat flat
Box ALVAboard Hot & Cool

Tersedia dalam ukuran 40 x 20 x 20 cm dengan ketebalan 3 mm. Cocok untuk pengiriman frozen food, makanan panas, minuman dingin, hingga kebutuhan logistik kuliner lainnya.

Ingin tahu lebih lanjut tentang ALVAboard Box Hot & Cool untuk bisnis Anda?

Atau temukan produk ALVAboard di: Shopee · Tokopedia · Blibli

Artikel Terkait Lainnya